Haidar Alwi Ingatkan Pekerti Menghargai Pembangunan dan Menghormati Pemimpin

Otonominews
Haidar Alwi Ingatkan Pekerti Menghargai Pembangunan dan Menghormati Pemimpin
Ir. R Haidar Alwi, MT.
120x600
a

JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Ir. R. Haidar Alwi, MT, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, menilai penghargaan terhadap pembangunan dan jasa pemimpin adalah budi pekerti yang harus ditanamkan.

Secara khusus, Haidar menegaskan pentingnya melihat kepemimpinan Presiden RI ke-7 Joko Widodo dengan objektif dan adil.

Menurut Haidar Alwi, selama 10 tahun kepemimpinannya, Jokowi telah membawa Indonesia ke tingkat kemajuan yang luar biasa. Namun, masih ada pihak yang terus menuduhnya dengan berbagai fitnah tanpa melihat fakta yang ada.

“Mengapa hanya Jokowi yang terus diserang? Jika ingin berbicara tentang kebijakan yang kontroversial, kita harus melihat secara menyeluruh, termasuk pada era sebelumnya,” ungkap Haidar Alwi.

Baca Juga :  Haidar Alwi: Dasco Tampil Elegan dalam Abolisi Tom Lembong dan Amnesti Hasto

Ia menyoroti bagaimana di era Megawati, Indosat dijual, Blok Tangguh dilepas, serta munculnya Surat Keterangan Lunas BLBI. Sementara itu, di era SBY, meskipun menjabat selama 10 tahun, pembangunan infrastruktur tidak sepesat era Jokowi.

Haidar Alwi mengajak masyarakat untuk melihat data yang jelas dan membandingkan dengan kepemimpinan sebelumnya.

Data dan Fakta Pembangunan di Era Jokowi

Haidar Alwi menjelaskan bahwa jika kita berbicara tentang utang negara, maka harus dibandingkan dengan presiden-presiden sebelumnya:

1. Gus Dur meninggalkan utang sebesar 38 miliar dolar.

2. Di era Megawati (hanya 3 tahun), utang naik 100% menjadi 75 miliar dolar.

Baca Juga :  Haidar Alwi Sebut OCCRP Konspirasi Melemahkan Perekonomian Indonesia

3. SBY selama 10 tahun meningkatkan utang 120% menjadi 168 miliar dolar.

4. Jokowi selama 10 tahun hanya menaikkan utang 11% menjadi 200 miliar dolar, dengan pembangunan yang jauh lebih masif.

Dalam hal infrastruktur, pencapaian Jokowi pun jauh lebih besar dibandingkan para pendahulunya:

Jalan tol: Jokowi membangun rata-rata 235 km per tahun, sedangkan SBY hanya 35 km per tahun dan Soeharto 18-19 km per tahun.

Pembangunan strategis lainnya: Bendungan di NTT, kunjungan ke Papua lebih dari 10 kali, serta keberhasilan mengambil alih Freeport menjadi bukti nyata komitmen Jokowi terhadap pemerataan pembangunan.

Baca Juga :  Meneteskan Air Mata melihat Maluku yang Kaya Raya, Haidar Alwi: Saya Yakin Prabowo Mampu Mensejahterakan Rakyat Maluku

“Namun, sebagian orang tetap membutakan diri dan menulikan telinga terhadap pencapaian ini,” ujar Haidar Alwi. Ia menilai bahwa kritik yang tidak berdasar terhadap Jokowi lebih bermuatan politik ketimbang kepentingan rakyat.

Haidar Alwi Care: Rakyat Bantu Rakyat

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *