Ruang lingkup kerja sama ini mencakup beberapa aspek penting, di antaranya:
Pertama, pelatihan dan edukasi bagi jurnalis mengenai konservasi hutan tropis, perubahan iklim, dan peran masyarakat adat.
Kedua, produksi dan distribusi konten media yang bersifat informatif dan edukatif melalui berbagai platform, baik online maupun offline.
Ketiga, advokasi kebijakan publik untuk mendorong regulasi yang lebih ketat dalam perlindungan hutan tropis dan upaya mitigasi perubahan iklim.
IRI Indonesia dan PJMI juga berencana membentuk tim kerja bersama yang akan mengoordinasikan implementasi program, evaluasi berkala, serta memastikan keberlanjutan inisiatif ini.
Hutan tropis Indonesia, yang merupakan salah satu paru-paru dunia, terus menghadapi ancaman serius akibat deforestasi dan ekspansi industri. Berdasarkan data terbaru, Indonesia kehilangan lebih dari 115.000 hektare hutan primer pada 2023, yang sebagian besar disebabkan oleh pembalakan ilegal, perkebunan sawit, dan kebakaran hutan.
Dengan adanya kemitraan ini, kedua organisasi berharap dapat berkontribusi dalam membalikkan tren kerusakan lingkungan serta mendorong kebijakan yang lebih pro-lingkungan.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak, termasuk komunitas agama dan jurnalis lainnya, untuk terlibat dalam upaya konservasi hutan dan aksi iklim,” pungkas Dr. Hayu Prabowo.
TENTANG IRI INDONESIA
Interfaith Rainforest Initiative Indonesia (IRI Indonesia) adalah bagian dari gerakan global yang melibatkan pemimpin agama dalam upaya perlindungan hutan tropis dan masyarakat adat.
TENTANG PJMI
Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) adalah organisasi yang menaungi jurnalis Muslim di Indonesia dengan fokus pada isu-isu kemanusiaan, keagamaan, dan lingkungan.[zlj]
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












