Dan saat pengukuhan, Sunarto membuat pernyataan yang begitu ‘menggetarkan’. Waktu itu, Sunarto masih menjadi Wakil Ketua MA.
Di dalam pidato pengukuhan, menurut Megawati dan Hasto, Sunarto menekankan bahwa setiap hakim mengambil keputusan keadilan berdasarkan ketuhanan yang maha kuasa.
Prof. Sunarto mengatakan bahwa setiap hakim itu harus menemukan keadilan yang hakiki, tidak hanya dilihat secara formil dan materil, tetapi harus melihat dialektikanya, suasana kebatinannya, aspek kemanusiaan.
Dan semua itu berdialektika sehingga dicarilah suatu kontemplasi sehingga mendapatkan kebenaran yang hakiki.
Hasto lalu membacakan apa yang dituliskan oleh Sunarto, dalam surat resmi yang dikirimkan DPP PDIP kepadanya.
“Tugas menjadi seorang seorang hakim tidaklah mudah, karena harus memiliki pemahaman mendalam pada nilai keadilan. Nilai-nilai keadilan bukan semata berasal dari buku-buku ilmu hukum, akan tetapi dari pemahaman yang bersumber dari hati nurani paling dalam. Hukum tanpa keadilan hanya seperangkat aturan yang kering tanpa ruh di dalamnya,” demikian dibacakan Hasto.
Karena ungkapan dari Sunarto itu, Hasto mengatakan dirinya meyakini keadilan itu akan ditegakkan. Sehingga apapun keputusannya, dia akan menghormati Putusan PN Jakarta Selatan.
“Kami percayakan sepenuhnya kepada hakim yang kami percaya akan mencari keadilan itu,” katanya.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











