“Jangan cepat puas. Target kita adalah zero stunting di Kabupaten Solok. Mari, para kader kesehatan dan dasawisma, terus sosialisasikan pentingnya gizi kepada masyarakat di nagari masing-masing,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Solok yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, drg. Musfir Yones Indra, MM, mengingatkan kembali bahwa stunting adalah masalah serius yang memengaruhi masa depan anak-anak.
“Dengan kerja keras bersama, angka stunting telah turun dari 41,5% pada 2018 menjadi 12,11%. Ini adalah capaian luar biasa, tetapi kita tidak boleh berhenti di sini. Kampanye ini menjadi bukti nyata komitmen kami untuk terus hadir di tengah masyarakat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam pencegahan stunting. “Orang tua adalah garda terdepan. Berikan nutrisi yang baik dan perawatan maksimal untuk anak-anak kita. Masa depan mereka adalah masa depan kita,” imbuhnya.
Acara diakhiri dengan pemaparan narasumber Ns. Hetty Fitriyah dari Dinas DPPKB & P3A, yang menjelaskan strategi percepatan penurunan stunting melalui pemberdayaan masyarakat, peningkatan pelayanan kesehatan, dan penguatan peran kader di tingkat nagari. (Rds)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed





