Komisi III DPR Minta Polisi Kejar Pengacara yang Tipu Karyawan Korban Penganiayaan Anak Pemilik Toko Roti

Komisi III DPR Minta Polisi Kejar Pengacara yang Tipu Karyawan Korban Penganiayaan Anak Pemilik Toko Roti
Kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kapolres Metro Jakarta Timur dan Dwi Ayu Darmawati, korban penganiayaan oleh anak pemilik toko roti di Cakung, Jakarta Timur, GSH. Rapat berlangsung di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Selasa (17/12/2024)/Disway.
120x600
a

Gilang menekankan pentingnya kepolisian untuk menjaga kepercayaan publik dengan bertindak tegas dan transparan. Ia menyebut, beberapa waktu terakhir citra Polri menurun akibat kasus-kasus yang melibatkan oknum aparat.

“Kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum sangat bergantung pada keadilan yang ditegakkan. Polisi harus melindungi rakyat sesuai tugas konstitusinya,” katanya.

Selain itu, Gilang menyoroti pentingnya perlindungan bagi pekerja di lingkungan kerja. Ia menilai kasus seperti penganiayaan terhadap Dwi adalah preseden buruk yang menunjukkan ketimpangan relasi kuasa.

Baca Juga :  Komisi III DPR RI Desak Pemerintah Tegas Beri Efek Jera ASN Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

“Kita lihat belakangan ini banyak relasi kuasa antara si kuat dan si lemah. Selain kasus karyawati toko roti, ada juga koas yang dianiaya pihak keluarga rekannya. Ini menjadi contoh buruk,” imbuhnya.

Gilang memastikan DPR akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia juga mendesak penegakan hukum dilakukan secara transparan dan adil tanpa harus menunggu kasus viral di media sosial.

“Sudah menjadi tugas penegak hukum menciptakan keadilan untuk seluruh rakyat Indonesia, baik viral ataupun tidak,” pungkasnya.

Baca Juga :  Kematian Diplomat Kemenlu ADP Bunuh Diri? Ketua Komisi III DPR: Kasus Belum Ditutup!

Kasus ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah dan aparat untuk memperbaiki sistem perlindungan hukum, khususnya bagi pekerja yang rentan terhadap kesewenang-wenangan.[dnl]

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *