Dukung Peningkatan Ekspor Perhiasan Indonesia ke UEA Meningkat, Dubes RI Anugerahkan Penghargaan Primaduta Pada Importir UEA

Dukung Peningkatan Ekspor Perhiasan Indonesia ke UEA Meningkat, Dubes RI Anugerahkan Penghargaan Primaduta Pada Importir UEA
Foto ilustrasi perhiasan emas/rri.
120x600
a

Dubes Husin melihat, hubungan bilateral Indonesia dan UEA dalam beberapa tahun terakhir sangat erat. Hal ini dicerminkan dengan intensnya kunjungan kenegaraan antar-kepala negara, peningkatan nilai perdagangan bilateral setelah implementasi CEPA, dan laju perkembangan berbagai proyek investasi UEA di Indonesia.

“Saya optimistis, berbisnis dengan Indonesia akan semakin mudah. Saya mendorong lebih banyak pelaku usaha UEA untuk terus memilih Indonesia sebagai mitra dagang yang kompetitif dan dapat diandalkan,” tutur Dubes Husin.

Sementara itu, Ramesh Vora dari Bafleh Jewellery LLC menyambut baik Primaduta Award yang diberikan Pemerintah Indonesia.

“Kami merasa terhormat dan sangat mengapresiasi bentuk pengakuan yang diberikan Pemerintah Indonesia atas bisnis yang kami miliki dengan pemasok di Indonesia sejak lebih dari 15 tahun lalu. Penghargaan ini membuat kami semakin optimistis untuk terus mengembangkan dan memperluas kemitraan yang sudah terjalin dengan sangat baik,” ungkap Ramesh.

Baca Juga :  Resmi Gantikan Zulhas Sebagai Mendag, Ini Profile Mendag Baru Budi Santoso

Primaduta Award merupakan salah bentuk apresiasi Pemerintah Indonesia kepada para pembeli dan importir mancanegara atas loyalitas mereka yang secara berkesinambungan mengimpor produk Indonesia.

Loyalitas tersebut telah berkontribusi terhadap upaya peningkatan ekspor nasional. Apresiasi atas loyalitas ini disampaikan Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI.

Pada Januari–Oktober 2024, total perdagangan Indonesia dan UEA mencapai USD 4,18 miliar atau naik 2,67 persen dari periode yang sama pada 2023. Ekspor nonmigas Indonesia ke UEA tercatat sebesar USD 2,51 miliar, sedangkan impornya USD 639 juta.

Baca Juga :  Jelang Festival Belanja Online Akhir Tahun, Lazada Gelar Seller Conference 2023 

Produk ekspor nonmigas utama Indonesia ke UEA di antaranya perhiasan, produk minyak sawit mentah dan turunannya, mobil penumpang, kain, dan kertas. Di sisi lain, impor utama Indonesia dari UEA adalah emas batangan, aluminium, sulfur, kimia khusus, dan elektronika telekomunikasi.

Sementara itu, ekspor perhiasan emas Indonesia yang termasuk kategori HS 711319 ke UEA selama periode 2019–2023 tumbuh dengan tren sebesar 46 persen per tahun. Pada Januari–September 2024, nilainya mencapai USD 505 juta atau meningkat 23,3 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.[zlj]

Baca Juga :  Kemendag Tambah Lima Komoditas Lagi yang Dapat Disimpan di Gudang SRG, Total Jadi 27 Jenis

 

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *