PDIP Bangun Kedaulatan Indonesia di Bidang Kesehatan

Bentuk Forum Kedaulatan Kesehatan dan Dapur Sehat Anti Stunting

PDIP Bangun Kedaulatan Indonesia di Bidang Kesehatan
Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan Ribka Tjitaning saat Rapat Koordinasi Bidang Kesehatan di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (18/7/2024). (Foto: Tim Media PDIP/MS-MJS, Ist.)
120x600
a

JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – PDI Perjuangan (PDIP) meluncurkan Forum Kedaulatan Kesehatan dan dapur sehat anti stunting (dashat). Pembentukan forum dan dapur sehat sebagai upaya agar Indonesia berdaulat di bidang kesehatan.

“Dengan deklarasi Forum Kedaulatan Kesehatan mudah-mudahan forum ini bermanfaat untuk rakyat banyak, untuk saling mengisi. Forum ini bukan hanya untuk PDI Perjuangan tapi milik rakyat Indonesia,” ujar Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan Ribka Tjitaning saat Rapat Koordinasi Bidang Kesehatan di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (18/7/2024).

“Forum Kedaulatan Kesehatan ajang untuk berkomunikasi di bidang kesehatan. Mari kita berdaulat di bidang kesehatan, supaya kesehatan Indonesia ini tidak diatur oleh negara lain. Kita harus bisa berdaulat sendiri di bidang kesehatan,” tambah Ribka.

Baca Juga :  Peringati Peristiwa 27 Juli 1996, Ribka Tjiptaning: Kudatuli Jadi Tonggak Reformasi

Sementara itu, untuk pembentukan dapur sehat, kata Ribka, karena masalah stunting menjadi perhatian Ketua Umum PDIP.

“Kalau di Badan Penanggulangan Bencana Alam PDIP ada dapur umum, maka di bidang kesehatan dibentuk dapur sehat anti stunting disingkat dashat. Stunting itu menjadi perhatian PDIP. Itulah kenapa Ibu Megawati selalu bicara stunting,” tambah Ribka.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengikuti agenda secara daring. Sementara Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersama Ketua DPP Wiryanti Sukamdani, Wasekjen PDIP Yuke Yurike serta sejumlah anggota DPR RI hadir secara langsung.

Baca Juga :  Ingatkan Kasus Boyolali, Megawati Mengetuk Nurani Para Pelaku Kekerasan

Ribka mengatakan permasalahan kesehatan sangat kompleks. Tidak hanya persoalan dokter, tenaga kesehatan, bahkan mengenai soal hukum di bidang kesehatan. Ribka memberi contoh soal obat mahal dan diimpor.

“Kita juga masih bermasalah soal obat, kita harus mulai melirik dan meninggalkan obat itu dari budaya barat, kita mulai mandiri. Masak kita sudah merdeka sekian puluh tahun Paracetamol saja masih impor,” kata Mbak Ning, sapaan akrab Ribka.

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *