Gubernur Mahyeldi Apresiasi Pengembangan Pabrik Pengolaahan CPO PT PRC

Memenuhi permintaan pasar domestik dan internasional

Gubernur Mahyeldi Apresiasi Pengembangan Pabrik Pengolaahan CPO PT PRC
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat meninjau Pabrik Pengolaahan CPO PT PRC di Kota Padang.
120x600
a

PADANG, OTONOMINEWS.ID (), , menyambut baik pengembangan pembangunan refinery pabrik pengolah CPO dan fractionation plant untuk memproduksi minyak goreng yang difasilitasi oleh PT Padang Raya Cakrawala (PRC) di kawasan Teluk Bayur, Kota Padang, Sumbar.

“Kami menyambut baik hadirnya refinery kedua PT PRC ini, untuk meningkatkan kapasitas produksi Apical dan memenuhi permintaan pasar domestik dan internasional,” kata Mahyeldi pada acara Groundbreaking 2nd Refinery dan 3rd Fractionation PT. PRC di Teluk Bayur Padang, Kamis (4/7/2024).

Gubernur mengatakan, penambahan kapasitas refinery ini merupakan tonggak penting bagi Apical di Kota Padang. Sebab, refinery tersebut akan memiliki kapasitas pengolahan hingga 3.500 metrik ton (MT) CPO per hari, sedangkan fractionation plant minyak goreng akan memiliki kapasitas 3.000 MT per hari.

“Kami mengapresiasi Apical atas investasinya di Kota Padang. Kami berharap langkah ini dapat membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat, sekaligus menjamin stabilnya pasokan minyak goreng khususnya di Sumatra Barat,” kata Gubernur lagi.

Melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) refinery yang kedua oleh PT PRC tersebut, lanjut Gubernur, menunjukan bahwa investasi di Sumbar tetap bergerak dan berkembang. “Mudah-mudahan kehadiran refinery PT PRC kedua ini akan mendorong investasi yang lain untuk masuk ke Sumbar,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur PT PRC, Gunawan Sumargo, mengatakan bahwa penambahan refinery merupakan tonggak penting bagi Apical khususnya bagai PT PRC di wilayah Kota Padang secara keseluruhan.

r
Lihat Juga :  KLB PWI Sumbar, Gubernur Mahyeldi: Wartawan Tonggak Penjaga Demokrasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *