Direktur Utama PT PertaMC Andry Widiasti menyatakan siap mendukung dan berkolaborasi untuk pengembangan energi panas bumi PGE melalui sinergi Group Pertamina.
“PertaMC yang merupakan Subsidiary PT Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading (C&T) yang berfokus pada Maintenance, Construction, Plant Services termasuk Inspeksi Teknis dan Manpower Supply serta Consulting, yang melayani seluruh lini bisnis di Pertamina,” ungkap Andry Widiasti.
Tidak hanya itu saja, lanjutnya, dukungan PertaMC tidak hanya mendukung produksi BBM dan Gas tetapi juga pada dukungan produksi energi baru terbarukan sebagai bentuk kontribusi pada penurunan Net Zero Emission.
“Oleh sebab itu, PertaMC senantiasa memantapkan komitmen sebagai mitra yang terpercaya dan handal bagi para pemangku kepentingan, dengan terus menciptakan nilai yang berkesinambungan, meningkatkan dan mengembangkan kompetensi dan bisnis Perusahaan untuk menciptakan Pertamina Beyond Synergy,” kata Andry Widiasti.
Kerja sama ini juga merupakan inisiatif PGE sebagai garda terdepan Pertamina dalam transisi energi nasional.
JSA akan mendorong pemanfaatan potensi kemampuan manufaktur perusahan energi dan rekayasa teknik (engineering) dalam negeri dalam menciptakan ekosistem baru dan terdepan di sektor panas bumi, terutama membuat pengembangan panas bumi menjadi lebih terjangkau.
Sampai saat ini, sebagian besar teknologi yang digunakan untuk pengembangan panas bumi masih diimpor.
Tak hanya itu, JSA merupakan terobosan untuk mendiversifikasi model bisnis dan menciptakan value creation dari teknologi panas bumi melalui new revenue stream, mengeksplorasi potensi bisnis selain ketenagalistrikan (beyond electricity).
Dengan sinergi bersama Pertamina Group, PGE meyakini ekspansi untuk menciptakan geothermal future revenue stream dapat meningkatkan keunggulan kompetitif, mendorong inovasi, dan commercial attractiveness.
Julfi Hadi menegaskan, sebagai perusahaan energi hijau kelas dunia, PGE terus berinovasi dan menjalin kolaborasi bersama dengan para mitra untuk memajukan sektor panas bumi.
“Panas bumi merupakan sumber energi yang hampir nol emisi dengan potensi melimpah, khususnya di berbagai Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) PGE dengan potensi yang bisa dikembangkan hingga 3 GW. Potensi panas bumi harus terus dikembangkan sehingga bisa berperan besar dalam transisi energi,” ujar Julfi Hadi.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso mengatakan potensi panas bumi (geothermal) bisa menjadi salah satu sumber energi baru terbarukan untuk mendukung ketahanan energi nasional. Kolaborasi dengan pemangku kepentingan akan memperluas pemanfaatan panas bumi.
“Kita mendorong penurunan emisi salah satunya melalui geothermal. Kita tingkatkan ketahanan energi nasional salah satunya melalui geothermal,” pungkas Fadjar.[***]
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











