Setiap daerah mengirimkan sekitar 10 orang timnya untuk mengikuti pelatihan. Pelatihan akan dibagi dalam beberapa kelas dengan pemaparan materi dan simulasi praktik bagaimana mengoptimalkan peran kampanye, sosial media, saksi, juru bicara, relawan, hingga advokasi hukum pada perhelatan Pilkada 2024.
Dalam pelatihan nasional gelombang pertama ini, hadir pula pemateri dari DPP PDI Perjuangan, mantan kepala daerah dari PDI Perjuangan, dan lembaga survei untuk memperkuat substansi yang diberikan kepada peserta.
Antara lain adalah Bambang Wuryanto selaku Ketua BP Pemilu PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, Azwar Anas, Yunarto Wijaya (Charta Politica), Burhanuddin Muhtadi (Indikator), dan Akbar Faizal (PatraData).
Dengan menghadirkan pemateri dari internal dan eksternal, pelatihan ini bertujuan untuk menjadikan kader-kader PDI Perjuangan menjadi yang paling siap dalam menghadapi Pilkada serentak 2024.
“Pertama kali kita akan menghadapi Pilkada secara serentak. Tidak ada partai politik yang pernah menghadapi ini, tetapi dengan tekad ibu ketua umum menjadikan partai ini sebagai partai pelopor, maka saya yakin PDI Perjuangan dapat menjadi partai yang paling siap menghadapi Pilkada serentak 2024.”
“Kita harus ingat, di bawah kepemimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan, PDI Perjuangan adalah partai politik pertama pada masa reformasi yang berhasil menang tiga kali berturut-turut dalam Pemilu Legislatif,” tutur Adian.
Adian mengakui Pilkada 2024 adalah pemilu yang tidak akan mudah, namun demikian dengan kerja keras dan gotong royong ia meyakini PDI Perjuangan dapat memenangkan Pilkada serentak.
“Kita perlu ingat dan yakini, semakin berat ujian itu, semakin berat tantangan yang kita hadapi, maka akan semakin indah kemenangan,” kata Adian.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












