Dies Natalis ke-68, Dirjen Dukcapil Dorong Lulusan IPDN Berdaya Saing Hadapi Era Digital

Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi da, Rektor IPDN Hadi Prabowo pada DIes Natalis IPDN, Senin 16 Maret 2024.(Foto: Kemendagri)
120x600
a

BANDUNG Otonominews.id – Direktur Jenderal Kependudukan Catatan Sipil Kementerian DalmaNageri (Dirjen Dukcapil Kemendagri) Teguh Setyabudi berharap IPDN terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan demi menghadapi perkembangan yang dinamis baik di tingkat regional, nasional, hingga global.

Hal ini disampaikan Teguh saat menghadiri hari jadi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), yang ber-Dies Natalis ke-68 di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Senin (18/3/2024).

Seiring ucapan selamat atas hari jadi IPDN, Dirjen Teguh juga berharap IPDN terus berjaya dan sukses sebagai sekolah pencetak kader Pamong Praja yang smart dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Yakni, IPDN yang memiliki daya saing untuk mengabdikan diri bagi negara dan masyarakatnya di tengah era digital,” kata Dirjen Teguh.

Sementara Rektor IPDN, Prof. Dr. H. Hadi Prabowo, pada kesempatan itu menyampaikan harapannya, agar seluruh kader pemerintahan selalu siap dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi.

Hal ini, menurut Hadi, selaras dengan fenomena bahwa transformasi pemerintahan digital terus berkembang. Transformasi pemerintahan digital, kata dia, merupakan tuntutan perkembangan global yang mengharuskan seluruh pemerintahan negara di dunia untuk dapat menyesuaikan diri dan mengadopsi sistem baru yang dihasilkan oleh perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat.

“Fakta inilah yang membuat kita harus mempersiapkan diri dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi yang berubah sangat cepat dan radikal, khususnya dalam menghadapi dinamika pemerintahan dan pelayanan publik di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0,” kata Hadi saat memberikan orasi ilmiah bertema “Pengembangan Kompetensi Kader Pemerintahan di Era Digitalisasi Guna Memperkuat Daya Saing serta Memantapkan Persatuan dan Kesatuan”.

Ia menambahkan, di era gempuran teknologi ini, diperlukan kader pemerintahan yang handal dan adaptif serta dapat memberikan implikasi terhadap cara bekerja yang cepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Lihat Juga :  Keamanan Data dan Informasi, Dukcapil di 38 Provinsi Siap Terapkan ISO 27001:2013

“Kompetensi tersebut diperlukan seluruh kader pemerintahan untuk menghadapi tantangan di era digital. Selain itu diperlukan pula beberapa strategi di antaranya transformasi infrastruktur digital, transformasi pemerataan ASN, transformasi integrasi aplikasi, transformasi kepemimpinan digital dan transformasi pengembangan kolaborasi,” kata Hadi.

Sementara Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin turut mengirimkan ucapan selamat Dies Natalis IPDN

“IPDN diharapkan dapat terus menjadi institusi tumpuan yang melahirkan pelayan masyarakat yang handal dan berintegritas. Hal ini karena dunia berubah dengan sangat cepat sehingga tantangan yang dihadapi pun sangat besar. Untuk itulah kepandaian beradaptasi dan berinovasi sangat dibutuhkan untuk bertahan dan terus maju. Namun ingat, meskipun perubahan zaman tidak bisa dihindari, tapi praja IPDN harus tetap memegang erat karakter dan jati diri sebagai Bangsa Indonesia karena hal prinsip itulah yang akan menentukan keberlangsungan NKRI,” tutur Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin.

Selaras dengan yang disampaikan oleh Wakil Presiden, pada saat bersamaan Mendagri Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, yang diwakilkan oleh Irjen Kemendagri, Komjen. Pol. Drs. Tomsi Tohir, berharap IPDN dapat terus memantapkan diri menjadi lembaga pendidikan kedinasan yang berperan sebagai Think Tank Center of Excellent dalam bidang pemerintahan.

Tito mengatakan bahwa momentum ini menjadi momen untuk berkontemplasi, evaluasi dan merencanakan langkah-langkah strategis kedepan guna memastikan diri sebagai lembaga pendidikan yang inovatif dan berdaya saing.

Tito yakin praja IPDN dapat menjadi aktor pelaku dalam percaturan global. “Yang terpenting adalah praja IPDN harus mampu meningkatkan kompetensi dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama teknologi komunikasi, karena sekarang seluruh sektor kehidupan menerapkan digitalisasi, termasuk didalamnya dalam sektor pemerintahan,” ujarnya.

Sebagai calon aparatur sipil negara yang kompeten, praja IPDN diharapkan mampu membangun jembatan antara berbagai kelompok dan lapisan masyarakat. “Sampai saat ini, saya yakin praja IPDN dapat mengedepankan dialog, toleransi dan kerjasama sebagai landasan dalam menjalankan tugasnya terutama sebagai jembatan antara berbagai kelompok dan lapisan masyarakat,” demikian Mendagri Tito Karnavian.

r

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *