Habib Syakur Minta Para Aktivis HAM Temui Prabowo dan Bicarakan Masalah Bangsa dengan Jernih

Prabowo Sosok Negarawan yang Cinta Pada Rakyat

Screenshot 20230806 115504 Gallery
Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid.
120x600
a

Jakarta, otonominews.com – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid menyarankan agar para aktivis pegiat HAM berpikir jernih, dan mendatangi langsung Prabowo untuk mencari solusi atas kasus masa lalu yang dinilai belum tuntas.

“Sebaiknya aktivis HAM datanglah menghadap Pak Prabowo. Berdiskusi secara terbuka dan kepala dingin. Jangan berpikir sempit dan hanya bersuara di luar saja, padahal mereka kan bisa bertemu dan berbicara langsung ke Pak Prabowo,” kata Habib Syakur kepada awak media pada Jumat (8/3/2024) malam.

Habib Syakur menilai berbagai kasus masa lalu mestinya jangan terus diungkit-ungkit, padahal hilangnya aktivis 98 maupun isu HAM dan kejadian masa lalu itu tak bisa serta merta dikaitkan dengan Pak Prabowo.

Bagi Habib Syakur, saat ini semua bisa melihat betapa Pak Prabowo adalah seorang pejuang, yang berkeinginan keras untuk terus berusaha meraih kepercayaan rakyat menjadi presiden.

Maka sekarang bagi yang menentang kemenangan Prabowo Gibran janganlah bicara Gibran kepanjangan tangan Jokowi. Tapi lihat kapasitas seseorang yang ikhlas dan rendah hati, sehingga terbukti bisa terpilih dan dipilih rakyat.p

“Prabowo sosok cerdik cendikiawan. Loyalitas pada bangsa dan negara sudah teruji. Maka tak usah terlihat kecewa atas terpilihnya Prabowo sebagai Presiden”

“Adapun tragedi 98, penculikan aktivis, dan lainnya itu sudah suratan takdir yang terjadi di negara kita. Dan negara memang harus bertanggungjawab atas apa yang terjadi di jaman orde baru. Maka itulah, sekarang kita harus berpikir jernih, dan berdiskusi mencari solusi secara terbuka,” papar Habib Syakur.

Habib Syakur mengingatkan dengan terpilihnya Prabowo Gibran, maka semua harus menjaga dan mengawal Pemerintahan Presiden Jokowi sampai akhir masa jabatan, sekaligus mengawal pelantikan Prabowo Gibran. Karena ini urusan bangsa dan negara.

Lihat Juga :  Apresiasi Kemendagri Terkait Pj. Wako Payakumbuh, Habib Syakur: Rida Ananda Harus Diperanjang

“Kepada nereka yang masih bicara soal aktivis 98 yang hilang, kita harus yakin bahwa mereka semua itu pasti mendapat tempat terbaik di sisi Allah di surga. Kalau mau menuntut, ya datanglah ke Prabowo. Saya yakin beliau (Prabowo) akan terbuka dan memfasilitasi, bicarakan langkah-langkah apa yang diperlukan dan cari solusi penyelesaiannya bagaimana,” ungkap Habib Syakur.

Ulama asal Malang Raya ini pun menilai masih banyak yang bisa diajak bicara. Selain Prabowo juga para petinggi ABRI di jaman orde baru. Maka datangi mereka dan bicarakan semua dari hati ke hati, lakukan rembug nasional. Dan pemerintah harus membuka ruang.

“Kalau mau jujur, prestasi Pak Prabowo luar biasa untuk bangsa kita. Semestinya beliau menjadi panglima ABRI termuda. Menyandang bintang 4 penuh. Saya yakin Prabowo pasti punya kasih sayang dalam kemanusiaan. Saya juga yakin tipikal kepemimpinan Prabowo bisa meneruskan estavet pak Jokowi dan bisa lebih baik menjalankannya,” papar Habib Syakur.

Ia mengaku yakin Prabowo-Gibran akan sempurna memimpin dalam 5 tahun. Sebab keduanya sama sama ikhlas dan rendah hati. Punya kualitas sebagai negarawan.

“Maka dari itu, terpilihnya Prabowo Gibran membuat kelompok radikalisme intoleransi dan terorisme tak bisa menerima. Kelompok ekstremisme ini tak bisa menerima kemajuan bangsa. Itu saja persoalannya,” tuntas Habib Syakur.

r

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *