Legislator Kebon Sirih Desak Pemprov DKI Jelaskan Kenaikan Harga dan Stok Pangan di Pasaran Jelang Ramadhan

Foto ilustrasi/doc. DPRD DKI.
Foto ilustrasi/doc. DPRD DKI.
120x600
a

JAKARTA, Otonominews.id – Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ismail meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk segera menjelaskan secara lengkap terkait stok pangan yang di pasaran. Pasalnya, bulan Ramadhan tinggal menghitung hari.

Hal ini diungkapkan Ismail saat gelar rapat kerja Komisi B bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, pada Rabu 6 Maret 2023.

“Selain kita minta penjelasan terkait kenaikan harga pangan tersebut, kita akan bahas bersama mengenai pangan Ramadhan yang tinggal pekan depan sekaligus hingga Hari Raya Idul Fitri,” kata Ismail.

Selain itu, Legislator Kebon Sirih ini juga mengungkapkan adanya keresahan warga Jakarta beberapa bulan terakhir dikarenakan harga bahan pangan, terutama beras melonjak naik bahkan mencapai harga Rp18.000 per kilogram.

“Beberapa waktu lalu ini ada semacam keresahan di masyarakat terkait dengan harga pangan secara umum tidak hanya khusus DKI dan ini perlu dijelaskan secara lengkap ke masyarakat karena keresahan ini sudah terjadi beberapa bulan kemarin,” ungkapnya.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan harga komoditas beras di Jakarta. Di antaranya yakni, keterbatasan produksi di petani akibat anomali cuaca yang mengakibatkan berkurangnya hasil panen.

Selain itu, jumlah penggilingan beras di daerah pemasok beras bertambah, namun jumlah lahan pertanian tidak bertambah. Akibatnya para penggiling berebut gabah dan akhirnya memicu kenaikan harga jual Beras.

“Siklus panen padi juga sudah masuk masa paceklik dan terjadi pergeseran masa tanam yang harusnya September jadi Desember,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati meminta warga agar tidak panik menghadapi situasi pasar saat ini. Pemprov DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat terus berupaya agar ketersediaan atau stok beras tetap tercukupi.

Lihat Juga :  Gubernur Mahyeldi Tinjau Lokasi Pembangunan SMAN 3 Gunung Talang Solok

“Jangan pernah bagi masyarakat Jakarta melakukan aksi panik buying. Karena begitu melakukan aksi borong atau panik buying itu yang membentuk harga menjadi tinggi,” tandas dia.[Ald]

r

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *