Di antaranya penguatan rantai pasok dan ekosistem parekraf (termasuk hubungan antarlembaga) untuk menjadi sektor unggulan perekonomian Indonesia, peningkatan kualitas tenaga kerja pariwisata melalui reskilling, upskilling, dan newskilling yang sesuai dengan standar kompetensi, peningkatan pelaksanaan MICE, event, festival skala nasional dan internasional juga kebijakan libur panjang serta cuti bersama, dan berbagai strategi lainnya.
“Mudah-mudahan di (tahun) 2024 ini kita semakin bisa menghadirkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Sandiaga.
Sementara Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih yang bertindak sebagai pimpinan rapat, mengatakan Komisi X DPR RI nantinya akan menyampaikan pagu sementara Kemenparekraf/Baparekraf tersebut kepada Badan Anggaran DPR RI untuk dilakukan penyesuaian.
“Rangkaian pembahasan telah kami lakukan, hasil rapat kerja ini akan dikirim ke Banggar (Badan Anggaran) untuk dilakukan penyesuaian. Setelah dilakukan penyesuaian oleh Banggar, akan dilakukan rapat kerja kembali untuk memutuskan pagu definitif Kemenparekraf untuk tahun anggaran 2024,” ujar Abdul Fikri Faqih.
Ia juga menekankan agar pandangan dan masukan yang telah disampaikan anggota Komisi X DPR menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan dan program Kemenparekraf/Baparekraf pada RAPBN TA 2024.***
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed





![Warung Rojali Kemenparekraf. [hms]](https://www.otonominews.id/wp-content/uploads/2024/02/Kememparkeraf-250x140.jpeg)






