Gubernur Mahyeldi Tegaskan Sumbar Siaga Hadapi Karhutla 2026, Pencegahan Jadi Fokus Utama

Gubernur Mahyeldi Tegaskan Sumbar Siaga Hadapi Karhutla 2026, Pencegahan Jadi Fokus Utama
120x600
a

Sejalan dengan arahan pemerintah pusat dalam Apel Siaga Nasional di Palembang, Gubernur menekankan bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara terpadu, cepat, dan tidak menunggu kebakaran meluas. Ia juga menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas utama melalui deteksi dini titik panas, patroli terpadu, dan edukasi masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur meminta seluruh pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, serta masyarakat untuk memperkuat koordinasi dan bergerak dalam satu komando menghadapi ancaman karhutla. Seluruh personel, sarana prasarana, dan logistik juga diminta dalam kondisi siap operasional setiap saat.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama seluruh pemangku kepentingan harus siap siaga baik dari sisi personel, peralatan maupun langkah strategis di lapangan. Upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama tanpa mengesampingkan kesiapan penanggulangan apabila terjadi kebakaran,” tegasnya.

Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat seperti Ninik Mamak, Cadiak Pandai, Alim Ulama, Bundo Kanduang, Lembaga Masyarakat Pengelola Perhutanan Sosial, serta Masyarakat Peduli Api untuk turut aktif menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

“Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kelestarian hutan dan lingkungan demi keberlanjutan generasi mendatang. Kita tentu berharap kejadian karhutla tahun 2025 tidak terulang kembali di tahun 2026,” ucap Gubernur.

Usai apel siaga, Gubernur melakukan penanaman pohon manggis sebagai bentuk komitmen pelestarian hutan dan lingkungan. Selain itu, Gubernur juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan Monumen Nagari Peduli Hutan di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam.(rmz/Rds)

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *