“ Kita harus beresin governance kita, ya kan. Hal-hal, apa ya, kecenderungan selalu menipu benar enggak, nyelundup, under invoicing, semua praktik-praktik itulah. Ini pelan-pelan kita benahi,” ucap dia.
Prabowo juga mencontohkan sektor penerimaan pajak yang menunjukkan tren naik setelah ada aksi bersih-bersih di Direktorat Jenderal Pajak.
“Januari, Februari, Maret ini naiknya cukup signifikan. Naiknya tuh sekitar 30 persen loh. Mudah-mudahan bertahan. Mungkin, dengan kita bersihkan di Direktorat Pajak, ini ada peningkatan,” tutur dia.
Selain sektor pajak, Prabowo juga berencana untuk membenahi sektor bea cukai.
“Ini sekarang Bea Cukai harus kita bersihkan juga. Semua institusi-institusi kita, harus kita bersihkan,” kata Prabowo.
Terkait supremasi hukum, juga akan menjadi fokus perhatian Prabowo, untuk menuju tata kelola pemerintahan yang baik.
Dia juga menyorot rakyat Indonesia masih banyak yang hidupnya sederhana dan kekurangan.
Maka dari itu, kata dia, kekayaan alam dan sumber daya manusia harus diberdayakan dengan baik, seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (23/3/2026) pagi.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed










