“Konektivitas yang baik akan sangat membantu masyarakat, baik untuk kebutuhan komunikasi, navigasi, maupun dalam kondisi darurat. Ini menjadi bagian dari komitmen kita menghadirkan layanan publik yang responsif dan adaptif,” jelas Mahyeldi.
Selain itu, peningkatan kualitas jaringan ini juga diharapkan dapat mendukung sektor pariwisata, mengingat Sitinjau Lauik merupakan salah satu jalur ikonik dengan panorama alam yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Pemerintah Provinsi Sumbar mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi tersebut, sehingga dapat beroperasi tepat waktu sebelum momentum Lebaran.
Dengan beroperasinya BTS ini, diharapkan masyarakat yang melintasi jalur Sitinjau Lauik dapat menikmati layanan komunikasi yang lebih stabil, sekaligus mendukung kelancaran arus mudik dan aktivitas masyarakat secara keseluruhan. (ad/ Rds)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











