Ia menambahkan, program ini dirancang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari inovasi “Mudik ke Jakarta”, yang mengajak masyarakat merayakan Idul fitri dengan suasana Ibu Kota yang lebih terbuka, hangat, dan inklusif.
Untuk mendukung kelancaran acara, Pemprov DKI Jakarta akan memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan pembatasan ketat kendaraan pribadi di sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi kegiatan.
Kebijakan ini diambil guna memastikan kenyamanan dan keamanan pengunjung selama acara berlangsung. Meski demikian, akses masyarakat tetap terjaga melalui layanan transportasi umum, termasuk Transjakarta.
“Tidak diizinkan kendaraan pribadi untuk masuk, tetapi Transjakarta tetap beroperasi sehingga masyarakat tetap bisa beraktivitas dan menikmati acara,” jelas Gubernur Pramono.
Pemprov DKI Jakarta mengajak seluruh warga meramaikan malam takbiran dengan tertib dan penuh kebersamaan. Momentum ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga ruang untuk memperkuat rasa persaudaraan di tengah keberagaman Jakarta. (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











