Mayjen Agus Hadi dan Irjen Herry Heryawan Tunjukkan Soliditas TNI-POLRI Mendukung Percepatan Pembangunan Desa di Riau

Mayjen Agus Hadi dan Irjen Herry Heryawan Tunjukkan Soliditas TNI-POLRI Mendukung Percepatan Pembangunan Desa di Riau
120x600
a

PEKANBARU, OTONOMINEWS.ID – Soliditas antara TNI dan Polri dalam mendukung percepatan pembangunan desa di Riau benar-benar terbukti.

Hal itu terlihat dari kekompakan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo dan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dalam Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di Kodim 0302/Inhu-Kuansing, Rabu (11/3/2026).

Kedua jenderal bintang dua tersebut hadir sebagai inspektur upacara pada Penutupan TMMD yang berlangsung meriah.

Mayjen Agus Hadi dan Irjen Herry Heryawan Tunjukkan Soliditas TNI-POLRI Mendukung Percepatan Pembangunan Desa di Riau
Mayjen Agus Hadi Waluyo dan Irjen Herry Heryawan. (Foto: jaringan wartawan nasional)

Kehadiran Pangdam Tuanku Tambusai dan Kapolda Riau menjadi simbol nyata bahwa keamanan dan pembangunan di Bumi Lancang Kuning merupakan tanggung jawab bersama yang dijalankan secara sinergis.

Baca Juga :  Polda Riau Gelar Operasi Zebra Lancang Kuning 2025, Irjen Herry: 85 Persen Kecelakaan Bisa Dicegah

Mayjen Agus Hadi Waluyo menegaskan, TMMD bukan sekadar program rutin TNI, melainkan ruang kolaborasi yang melibatkan banyak pihak, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat.

“Kita juga membangun titik-titik air di tempat-tempat yang sangat sulit. Saya rasa ini kegiatan yang harus terus berlanjut, upaya kolaboratif kita semua, TNI, Polri, Pemda, dan seluruh masyarakat saling bahu-membahu untuk membangun desanya,” ujar Pangdam.

Baca Juga :  Kapolda Riau Irjen. Herry Heryawan Serahkan Helm Disabilitas untuk Keselamatan Inklusif

Menurutnya, keberhasilan program pembangunan di desa sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat. Aparat TNI dan Polri, kata dia, hanya berperan sebagai pemicu agar semangat gotong royong masyarakat dapat terus tumbuh.

“Kita sebagai trigger saja, semua yang melakukan ini adalah masyarakat. Kita hanya membangun, kemudian Pak Bupati memberikan anggaran, kita mengolah dengan swakelola tipe dua yang mungkin apabila tidak ada dukungan dari masyarakat, itu tidak berarti apa-apa,” jelasnya.

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *