Arry juga menyebut Kota Padang Panjang selama ini dikenal sebagai kota pendidikan di Sumbar, terutama dalam bidang pendidikan agama dan pesantren. Namun menurutnya, pendidikan yang tinggi harus dibarengi dengan sikap, tata krama, serta akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Selain pendidikan, Arry juga menekankan pentingnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi lokal. Ia menilai Padang Panjang memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, terutama di sektor perdagangan serta usaha kecil dan menengah yang perlu terus dikembangkan.
Dalam kegiatan Safari Ramadan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumbar juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada pengurus Masjid Baitul Hikmah, di antaranya dana hibah sebesar Rp50 juta dari Pemprov Sumbar, bantuan Rp5 juta dari Bank Nagari, wakaf kain sarung dari Baznas Sumbar, serta 40 Al-Qur’an dari ASN Pemprov Sumbar.
Wakil Walikota Padang Panjang, Allex Saputra menyampaikan apresiasi atas kunjungan Tim Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sumbar ke Kota Padang Panjang. Menurut Alex, pihaknya butuh banyak dukungan pemerintah provinsi untuk percepatan laju pembangunan daerah. Seperti pemulihan ekonomi dan infrastruktur pasca terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November tahun lalu.
“InsyaAllah, dengan sinergitas, dengan kebersamaan berbagai tantangan ini akan dapat kita lalui dengan baik, demi terwujudnya kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Alex
Sementara itu Ketua Pengurus Masjid Baitul Hikmah, Asdiwati Saleh Datuak Paduko Rajo menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan Pemprov Sumbar. Ia berencana, akan memanfaatkan dana bantuan tersebut untuk memperbaharui tikar salat yang saat ini kondisinya sudah mulai lusuh.
“Sebab itu juga sudah menjadi aspirasi para jamaah sejak lama. Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini, rencana pengantian tikar insyaAllah akan bisa kita wujudkan,” ungkapnya (adpsb/Ridwan)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed





