“Kondisi fiskal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi ambisi menghadirkan program beasiswa berskala besar di tingkat provinsi,” ungkapya
Meski demikian, Pramono mengklaim pemerintah daerah telah menemukan opsi solusi agar program tetap dapat direalisasikan. Ia bahkan menargetkan minimal 100 penerima beasiswa dapat diberangkatkan pada tahap awal pelaksanaan.
“Program LPDP Jakarta, dirancang terbuka bagi berbagai kalangan, termasuk tenaga pendidik yang ingin melanjutkan studi ke jenjang magister maupun doktoral. Pemerintah daerah juga berupaya memperluas dukungan pendidikan agar tidak berhenti pada tingkat sarjana semata,” tandas Pramono
Di balik optimisme tersebut, sejumlah pengamat menilai keberhasilan program akan sangat bergantung pada konsistensi anggaran serta tata kelola pendanaan jangka panjang. Sebab, skema beasiswa berkelanjutan membutuhkan komitmen fiskal yang stabil, bukan sekadar target politik tahunan.
Bagi Pramono, investasi di sektor pendidikan tetap dianggap sebagai strategi utama memperbaiki mobilitas sosial masyarakat, sementara prioritas pembangunan masih terus bersaing.
“sejauh mana rencana LPDP Jakarta mampu bertahan di tengah dinamika anggaran daerah dan prioritas pembangunan lain yang terus bersaing.” Tandasnya. (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











