“Kita tidak ingin meninggalkan generasi yang lemah secara mental, pengetahuan, ekonomi, dan agama. Kita ingin generasi hari ini menjadi generasi yang kuat dan tangguh di masa depan,” katanya.
Sementara itu dalam tausiyahnya, Buya Gusrizal Gazahar menyampaikan Ramadhan adalah bulan istimewa karena di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup umat manusia.
“Ramadhan menjadi momentum utama untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an sebagai pembeda antara yang hak dan batil,” ujarnya.
Ia juga menekankan kewajiban berpuasa selama sebulan penuh merupakan sarana pembinaan keimanan dan keikhlasan. Ramadhan, menurutnya, melatih kejujuran serta kesungguhan dalam beribadah.
“Tentukan niatmu, insya Allah Allah akan menolong. Ramadhan sejatinya melatih keikhlasan dan kejujuran,” pesannya.
Menutup ceramahnya, Buya Gusrizal berharap Ramadhan tahun ini menjadi momentum lahirnya generasi yang beriman, cerdas, dan amanah; generasi yang tidak hanya berorientasi pada capaian duniawi, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi kehidupan akhirat.
Melalui kegiatan Tarhib Ramadhan dan peluncuran Pesantren Ramadhan 1447 H ini, Pemprov Sumbar berharap semangat menyambut bulan suci dapat diwujudkan dalam peningkatan kualitas ibadah, penguatan karakter generasi muda, serta terbangunnya peradaban yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












