OTONOMINEWS.ID – Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) resmi meluncurkan “Buku Putih MKI” sebagai dokumen strategis yang berisi rekomendasi kebijakan komprehensif untuk mendukung transisi energi nasional menuju target Net Zero Emissions (NZE) 2060. Dokumen ini disiapkan sebagai panduan menghadapi tantangan ketenagalistrikan sekaligus mendukung visi Asta Cita pemerintah.
Buku Putih tersebut selaras dengan target penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 100 GigaWatt, dengan 75 persen di antaranya direncanakan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT). MKI merumuskan strategi tersebut dalam lima fokus utama, yakni perencanaan sistem, pembiayaan, regulasi, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Koordinator Dewan Pakar MKI, Bambang Praptono, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara percepatan transisi energi dan ketahanan sistem kelistrikan nasional. Ia mengingatkan potensi risiko krisis listrik jangka pendek apabila terjadi ketidakseimbangan pasokan dan permintaan, terutama jika implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tidak berjalan sesuai target.
Menurutnya, analisis dalam Buku Putih menunjukkan adanya potensi hambatan pasokan akibat bottleneck infrastruktur jaringan serta tantangan pasokan energi primer seperti gas dan batu bara. Karena itu, MKI merekomendasikan agar pelaksanaan proyek dilakukan tepat waktu, tepat biaya, dan tepat mutu, dengan dukungan tim khusus yang kuat.
“Buku Putih MKI telah menganalisa secara tajam adanya potensi kendala pasokan listrik akibat bottleneck pada infrastruktur jaringan serta tantangan pasokan energi primer seperti gas dan batu bara,” katanya Bambang dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (15/2/2026).
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed






