Gubernur Pramono juga menginstruksikan jajaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta agar melakukan penanganan preventif secara maksimal. Saat ini, sekitar 200 unit excavator telah dikerahkan di lima wilayah Jakarta.
“Mudah-mudahan tindakan preventif yang kita lakukan dapat mengurangi dampak banjir di Jakarta. Saya juga telah memerintahkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca mulai besok untuk menekan potensi banjir,” ungkapnya.
Selain pengerukan rutin, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan langkah jangka menengah melalui normalisasi tiga sungai utama, yakni Sungai Ciliwung, Sungai Krukut, dan Kali Cakung Lama.
Normalisasi Sungai Ciliwung akan segera dilakukan bekerja sama dengan pemerintah pusat, sementara normalisasi Sungai Krukut dan Kali Cakung Lama ditargetkan mulai dilaksanakan tahun ini.
“Normalisasi Sungai Ciliwung akan segera dimulai bersama pemerintah pusat melalui pembangunan tanggul. Sementara itu, normalisasi Sungai Krukut dan Kali Cakung Lama ditargetkan mulai dilaksanakan tahun ini,” pungkas Gubernur Pramono.
Adapun pembagian segmen pengerukan meliputi Segmen 1, dari pertemuan Kali Angke, Jembatan Jalan Kembangan Baru hingga Jembatan Jalan Pulau Bira sepanjang 578 meter; Segmen 2, dari Jembatan Jalan Pulau Bira hingga Jembatan JA sepanjang 430 meter; serta Segmen 3, dari Jembatan JA hingga Jembatan Kembangan Raya sepanjang 235 meter.
Saat ini, pengerukan difokuskan pada Segmen 1 dengan target volume sekitar 3.468 meter kubik. Hingga Jumat (23/1), realisasi pengerukan telah mencapai 2.035 meter kubik sepanjang 578 meter, melibatkan tiga unit excavator amphibious serta 10 unit dump truck. (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











