“Harmoni nantinya akan memiliki entrance MRT yang sekaligus terkoneksi dengan Transjakarta. MRT fase 2A ditargetkan mencapai Monas dan beroperasi pada 2027. Selanjutnya, jalur akan diperpanjang hingga Kota Tua dengan tujuh stasiun, yakni Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota Tua,” jelasnya.
Gubernur Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan entrance Stasiun Harmoni, termasuk pengelola kawasan Duta Merlin yang sebelumnya memanfaatkan sebagian area tersebut.
“Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kami menyampaikan apresiasi kepada jajaran MRT Jakarta. Kami berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal, bahkan jika memungkinkan lebih cepat, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” tuturnya.
Lebih lanjut, Gubernur Pramono menegaskan konektivitas transportasi publik di Jakarta saat ini telah mencapai sekitar 92 persen, namun tingkat pemanfaatannya masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong pembukaan rute-rute baru Transjabodetabek, termasuk rencana pengembangan rute Bandara–Blok M.
Sementara itu, Direktur Utama PT MRT, Jakarta Tuhiyat, menjelaskan pembangunan MRT fase 2 merupakan tahapan penting dalam melanjutkan pengembangan sistem transportasi massal modern yang menghubungkan kawasan pusat kota hingga Kota Tua.
“Terkait gambaran umum Stasiun Harmoni, panjang stasiun ini mencapai 252 meter dengan lebar 18 meter dan kedalaman 17 meter. Stasiun ini memiliki dua lantai, yaitu concourse dan platform, serta tujuh entrance, masing-masing dua di sisi barat, dua di sisi timur, dan tiga di bagian tengah yang terintegrasi dengan halte Transjakarta,” pungkas Tuhiyat. (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












