JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pintu masuk (entrance) Stasiun Harmoni pada Selasa (20/12026).
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menghadirkan sistem transportasi publik yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan melalui pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD).
Gubernur Pramono meyakini Stasiun Harmoni akan menjadi salah satu stasiun tersibuk karena berfungsi sebagai pusat mobilitas pegawai pemerintahan sekaligus kawasan bisnis dan kuliner.
Menurutnya, ketika jalur MRT tersambung hingga Kota Tua pada 2029, kawasan Harmoni akan menjadi salah satu simpul TOD utama dengan aktivitas naik-turun penumpang yang tinggi.
“Hampir 25 tahun saya cukup mengenal tempat ini. Saya meyakini, jika pada tahun 2029 TOD Harmoni telah selesai, kawasan ini akan menjadi TOD yang sangat strategis. Di sekitar area ini terdapat banyak kantor pemerintahan, seperti Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Sekretariat Kabinet, Kantor Staf Presiden, serta sejumlah kantor di sekitar Istana. Tentu stasiun ini akan dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.
Gubernur Pramono menjelaskan, pada masa lalu kawasan Harmoni merupakan pusat bisnis yang sangat strategis. Melalui pembangunan MRT dan pengembangan TOD, kawasan ini diharapkan kembali tumbuh sebagai simpul aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat, dengan karakter yang berbeda dibandingkan kawasan TOD lainnya, seperti Blok M.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












