Tiang Monorel Mangkrak Mulai Dibongkar until Penataan Jalan HR Rasuna Said

Tiang Monorel Mangkrak Mulai Dibongkar until Penataan Jalan HR Rasuna Said
120x600
a

Sebanyak 109 tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said hingga kawasan Hotel Grand Melia akan dibongkar secara bertahap.

Penataan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan jalan sekaligus mendukung kelancaran lalu lintas di kawasan segitiga emas Jakarta. Seperti diketahui, Kuningan merupakan wajah Jakarta sebagai kawasan pusat ekonomi, bisnis, dan diplomasi dengan 11 kantor kedutaan besar.

“Melalui penataan ini, kami ingin mengembalikan fungsi strategis kawasan Kuningan sebagai pusat ekonomi, bisnis, dan diplomasi, sekaligus menjadikannya etalase Jakarta sebagai kota global,” tambahnya.

Baca Juga :  Industri Perhotelan Lesu, Gubernur Pramono Minta Pengelola Hotel Tahan Gelombang PHK

Sementara itu, Gubernur ke-12 DKI Jakarta, Sutiyoso menyampaikan, apresiasi atas keputusan Pemprov DKI Jakarta dalam menyelesaikan persoalan tiang monorel yang telah lama mangkrak.

“Selama puluhan tahun, tiang monorel ini terbengkalai dan merusak estetika kota. Hanya ada dua pilihan, dilanjutkan atau dibongkar. Hari ini diputuskan untuk dibongkar, dan itu merupakan keputusan yang tepat karena memberi kepastian bagi Jakarta,” ujarnya.

Sutiyoso menuturkan, monorel awalnya dirancang sebagai bagian dari sistem transportasi makro Jakarta yang terintegrasi dengan MRT, busway, dan moda transportasi lainnya. Namun, dinamika kebijakan membuat proyek tersebut terhenti dan akhirnya terbengkalai.

Baca Juga :  Gelar Town Hall Meeting Bersama Lurah dan Camat, Gubernur Pramono: Jaga Jakarta Jelang Nataru dan Cuaca Ekstrem

Ia juga mengapresiasi pendampingan aparat penegak hukum dalam proses penataan ini serta mengajak masyarakat dan media untuk mendukung kelanjutan penataan Jalan HR Rasuna Said.

“Dengan dukungan semua pihak, penataan ini diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Pekerjaan penataan Jl. HR. Rasuna Said sisi timur ini dilakukan oleh Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta secara bertahap pada malam hari tanpa penutupan jalan, serta berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan instansi terkait untuk meminimalisir gangguan lalu lintas saat pengerjaan. Penataan ini ditargetkan rampung pada September 2026. (OTN-Deman)

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *