Dari kolaborasi itu, lanjut Henky, lahir inovasi serta ide-ide baru untuk menjawab tantangan zaman.
“Dari inovasi, muncul semangat kreatif. Mencipta, memecahkan masalah, memberi nilai tambah. Gerakan ini juga inklusif, terbuka untuk semua, tanpa batas usia, profesi, atau latar belakang. Inilah movement, pergerakan rakyat yang nyata,” ujarnya.
Henky menambahkan, gerakan yang diusung melalui Maskot Banteng bersifat inklusif dan terbuka untuk semua kalangan tanpa memandang usia, profesi, maupun latar belakang.
“Inilah movement, pergerakan rakyat yang nyata. Gerakan yang menumbuhkan empowerment, pemberdayaan di setiap lapisan masyarakat. Inilah makna dibalik Maskot Banteng,” ungkapnya.
Menurut dia, semangat tersebut mencerminkan makna di balik kehadiran Maskot Banteng, yakni kekuatan yang memberdayakan dan energi yang tumbuh dari gotong royong rakyat Indonesia.
Selain maskot Banteng, di arena juga terlihat Maskot Media Pintar Perjuangan (MPP) yang diberi nama Pagor, singkatan dari Pasar Gotong Royong.
Prananda Prabowo pun kemudian berpose di depan maskot Banteng itu dan maskot Pagor.
“Besok di perayaan HUT ke-53 PDI Perjuangan, nama maskot Banteng dari hasil sayembara ini akan resmi diumumkan,” kata Prananda sambil tersenyum.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












