“Kesungguhan dan keyakinan Bapak dan Ibu sekalian akan menentukan berjalan atau tidaknya KMP di nagari masing-masing. Mindset kewirausahaan menjadi dasar untuk melahirkan koperasi yang maju dan mandiri,” ucap Wabup.
Wabup Candra juga menyoroti peluang besar ekosistem ekonomi baru melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa KDMP memiliki posisi strategis sebagai simpul ekonomi antara petani, koperasi, dan pelaku usaha.
“Melalui KMP dan ekosistem MBG, kita ingin memastikan petani untung, koperasi maju, dan pelaku usaha tumbuh bersama. Ini peluang besar yang harus diambil dengan kesiapan SDM dan pengelolaan koperasi yang profesional,” ujar Wabup menambahkan.
Senada dengan itu, Kadis DKUKMPP Kabupaten Solok, Radiyatul Hayat, menegaskan bahwa tantangan koperasi hari ini tidak hanya soal administrasi dan manajemen, tetapi juga kemampuan adaptasi terhadap teknologi digital.
Ia menekankan pentingnya membangun koperasi yang memiliki tata kelola keuangan yang transparan, model bisnis yang berorientasi pasar, kemampuan menggunakan digitalisasi dalam layanan usaha, dan keberanian kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Koperasi harus mampu menjadi lokomotif ekonomi nagari. Dengan SDM yang unggul, digitalisasi yang kuat, serta semangat KMP dan MBG, kita bisa menciptakan ekosistem usaha yang mensejahterakan masyarakat,” ujar Radiyatul.
Pelatihan KDMP 2025 Angkatan I dan II ini menjadi langkah konkret Pemkab Solok dalam mempercepat transformasi koperasi menuju organisasi ekonomi yang efisien, modern, dan responsif terhadap tuntutan zaman.
Di tengah percepatan transformasi digital dan perubahan ekosistem ekonomi nasional, Pemerintah Kabupaten Solok berharap koperasi bisa tampil sebagai aktor utama pembangunan ekonomi nagari dan mitra strategis dalam berbagai program prioritas daerah maupun nasional.(Ridwan/*)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed





