Penilaian dilakukan berdasarkan 33 faktor yang mencakup indikator lingkungan, sosial, dan tata kelola, dengan pengawasan ketat serta verifikasi independen dari lembaga kredibel.
“WIKA Beton menunjukkan keseimbangan yang kuat antara komitmen, implementasi, dan transparansi dalam pelaporan ESG,” tulis BGK dalam keterangan resminya.
Melalui berbagai inisiatif seperti efisiensi energi, pengelolaan limbah produksi, serta pemberdayaan masyarakat sekitar pabrik, WIKA Beton terus memperkuat perannya dalam mendukung transisi menuju ekonomi hijau di Indonesia.
Program-program tersebut menjadi fondasi dalam mendorong keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan keberlanjutan lingkungan.
Perusahaan juga berkomitmen untuk memperluas implementasi ESG di seluruh unit bisnisnya, sejalan dengan upaya pemerintah mencapai target net zero emission dan transformasi ekonomi hijau nasional.
“Kami ingin memastikan setiap inovasi yang kami hasilkan tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberi manfaat sosial dan lingkungan yang berkelanjutan,” tambah Festy.
Dengan capaian ini, WIKA Beton menegaskan diri sebagai pionir dalam keterbukaan informasi keberlanjutan di sektor material konstruksi Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi besar perusahaan dalam membangun industri yang tangguh, efisien, dan berorientasi pada masa depan yang hijau.[zul]
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed









