Sementara itu, Creative Digital English (CDE) mengangkat tema digital storytelling melalui kompetisi Word to Canvas Adaptation, yang menantang peserta SMA untuk menerjemahkan karya sastra menjadi seni visual di atas kanvas.
Acara ini juga menampilkan pertunjukan spesial Broadway Performance oleh mahasiswa CDE sebagai bentuk perpaduan antara bahasa, sastra, dan seni pertunjukan.
Adapun Global Business Chinese (GBC) menyoroti peran penting bahasa Mandarin dalam dunia bisnis global.
Melalui lomba desain bertajuk “Harmoni Dua Bahasa” yang digelar bersama Taipei Economic and Trade Office (TETO), peserta diajak mengekspresikan hubungan antara budaya Tiongkok dan Indonesia.
Penampilan Guzheng Performance dari GBC dan Taiko Performance dari JPC menjadi simbol harmoni dua kebudayaan Asia yang merepresentasikan semangat unity in diversity.
Puncak acara digelar pada 21 Oktober 2025 dengan Talk Show Creative Expression yang menghadirkan rapper Saykoji, musisi dan dosen CDE Aziz ‘Comi’ (Payung Teduh), penulis Sofi Meloni, serta Puteri Indonesia 2018 Sonia Fergina.
Diskusi ini menyoroti bagaimana bahasa dapat menjadi medium kolaborasi antara seni, musik, dan literasi.
Dekan Faculty of Humanities, Dr. Elisa Carolina Marion, S.S., M.Si., menutup acara dengan menegaskan bahwa CultureVerse 2025 adalah bukti nyata bahwa pembelajaran bahasa asing di BINUS University tidak sekadar teori, melainkan ruang eksplorasi kreatif dan kolaboratif yang membentuk mahasiswa berkarakter global.
Dengan mengusung tema “Celebrate the Future Through Language, Art, and Creativity”, CultureVerse 2025 berhasil menghadirkan pengalaman lintas budaya yang inspiratif dan memperkuat posisi BINUS University sebagai kampus inovatif yang terus menghubungkan pendidikan, seni, dan kebudayaan dalam satu panggung global.[zul]
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed






