Perlu diketahui, proyek monorel diinisiasi oleh Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, dan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Rencananya, proyek tersebut akan memiliki dua jalur sepanjang 29 km.
Dua jalur itu akan membentang di Jalur Hijau (Green Line) dengan rute Casablanca-Kuningan-Semanggi-Casablanca dan Jalur Biru (Blue Line) meliputi Kampung Melayu-Tanah Abang-Tomang.
Selain monorel, Pramono juga membahas lahan Rumah Sakit Sumber Waras yang sejak 2014 menjadi perhatian publik. Ia menegaskan, Pemprov DKI akan menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait aset tersebut.
“Kami juga membahas mengenai tanah di Rumah Sakit Sumber Waras yang sudah terbengkalai sejak 2014. Pemerintah Jakarta memenuhi apa yang menjadi temuan BPK untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.
Namun, dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang kini meningkat hampir dua kali lipat, Pramono menilai opsi menjual lahan itu tidak lagi realistis.
“Karena NJOP-nya sudah naik tinggi, tidak mungkin tanah Sumber Waras itu dijual. Maka kami memutuskan untuk memanfaatkannya bagi pembangunan rumah sakit agar memberi manfaat luas bagi masyarakat Jakarta,” tambahnya.
Pramono menyampaikan apresiasi kepada KPK atas dukungan dan kerja sama yang terus terjalin dengan Pemprov DKI Jakarta. Dan berharap pertemuan ini bisa menjadi berlanjut kedepannya.
“Sekali lagi saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KPK atas apa yang telah dibahas hari ini,” pungkas Pramono. (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











