Kecamatan Kebayoran Lama telah memiliki lima pos pemadam kebakaran dan 30 alat pemadam api ringan (APAR), namun belum dilengkapi kantor sektor yang berfungsi sebagai pusat koordinasi. Kehadiran pos baru ini menjadi bagian dari penyempurnaan sistem layanan kebakaran dan penyelamatan serta memperluas jangkauan layanan bagi masyarakat.
“Inisiatif ini menjadi bagian dari penyempurnaan sistem layanan kebakaran dan penyelamatan. Kami ingin memastikan seluruh wilayah, termasuk kawasan padat penduduk, memiliki akses yang cepat terhadap layanan penyelamatan,” terang Gubernur Pramono.
Selain fasilitas utama untuk operasional pemadam kebakaran, kawasan ini juga dilengkapi dengan fasilitas publik lain seperti taman dan jalur lingkungan yang mempercantik area sekitar, serta memberi ruang hijau bagi warga. Pembangunan pos ini tidak menggunakan anggaran APBD, melainkan hasil kolaborasi Pemprov DKI dengan pihak swasta, yakni PT Pacific Equity Management, melalui mekanisme tukar-menukar barang milik daerah (ruilslag).
“Ini salah satu contoh pos pemadam kebakaran yang dibiayai dengan creative financing. Tanah milik Pemda seluas 301 meter ditukar dengan lahan 600 meter di lokasi ini, yang kemudian dibangunkan pos pemadam, taman bermain anak, dan jalan lingkungan,” ungkap Gubernur Pramono.
Ia menegaskan, kolaborasi ini menjadi contoh nyata pengelolaan aset daerah yang efektif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik. Harapannya, skema ini menjadi contoh pengelolaan aset daerah yang inovatif dan dapat direplikasi di wilayah lain.
“Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana kreativitas dan sinergi dapat memperluas layanan publik di kawasan padat penduduk. Saya sangat gembira karena ini bentuk kreativitas agar pos-pos pemadam kebakaran bisa hadir di tengah masyarakat,” pungkasnya. (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











