Jakarta, Otonominews.id – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara pusat dan daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah nasional.
Komitmen ini ditegaskan dalam Forum Sinergi Pusat dan Daerah dalam Pengembangan Ekonomi Syariah yang menjadi bagian dari rangkaian “The 12th Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025”, berlangsung di JIEXPO Convention Centre, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Lewat rilis yang diterima redaksi, Senin (13/10/2025), kegiatan yang digagas oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Wakil Presiden RI periode 2019–2024 Ma’ruf Amin; Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo; serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Turut hadir pula perwakilan dari Kemendagri, Bappenas, KDEKS, serta Bappeda dan Setda dari seluruh provinsi di Indonesia.
Pada sambutannya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa kemajuan ekonomi syariah Indonesia kini semakin diakui dunia.
“Dalam sepuluh tahun terakhir, Indonesia berhasil naik dari peringkat ke-10 menjadi peringkat ke-3 dalam ekonomi syariah global. Ini menunjukkan kemajuan luar biasa hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa ekonomi syariah akan menjadi salah satu prioritas nasional dalam RPJPN 2025–2045.
“Ekonomi syariah berperan strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan keuangan syariah, optimalisasi dana sosial, pengembangan industri halal dan UMKM, serta pembentukan regulasi dan kelembagaan yang kokoh,” katanya.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












