“Kegiatan ini bukan hanya ajang promosi wisata, tetapi juga bentuk nyata sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam membangun sektor pariwisata berbasis masyarakat,” ujar Gubernur Mahyeldi.
Di sisi lain, Bupati Solok Jon Firman Pandu menegaskan bahwa pihaknya akan terus berinovasi dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
“Kami berterima kasih atas dukungan Kementerian Pariwisata dan Ekraf serta Provinsi Sumbar. Festival ini adalah wujud kebanggaan kami terhadap potensi lima danau yang dimiliki Solok. Ke depan, kami ingin menjadikan Festival 5 Danau sebagai agenda wisata nasional yang mendunia,” ungkap Bupati Solok.
Festival yang berlangsung selama tiga hari ini menampilkan beragam kegiatan seperti lomba perahu tradisional, festival kuliner khas Solok, pameran UMKM, pertunjukan seni budaya, parade wisata lima danau, serta konser musik daerah.
Acara penutupan berlangsung meriah dengan tarian kolosal, penampilan musik tradisional Minang, yang menutup rangkaian kegiatan dengan suasana yang meriah.
Dengan berakhirnya Festival 5 Danau 2025, Pemerintah Kabupaten Solok berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperluas pasar produk lokal, serta memperkuat posisi Kabupaten Solok sebagai destinasi wisata alam dan budaya unggulan di Sumatera Barat.
“Kita ingin setiap tahun Festival 5 Danau menghadirkan pengalaman baru, membangkitkan semangat masyarakat, dan menjadi lokomotif ekonomi kreatif Solok yang berkelanjutan,” tutup Bupati Jon Firman Pandu.(*/Ridwan)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed







