JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Sikap DPRD DKI Jakarta dipertanyakan, lantaran adem ayem dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja Transjakarta.
Gubernur Pramono Anung sendiri akan melakukan evaluasi kepada Transjakarta (Busway) pasca-insiden kecelakaan Transjakarta menyeruduk 4 ruko dan menewaskan 6 orang di Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur pada Jumat, pekan lalu.
Pramono mengatakan, evaluasi dan pembenahan perlu dilakukan kejadian serupa tidak terulang, dan Transjakarta dapat memberikan rasa aman dan nyaman mengingat saat ini pengguna transportasi ini melonjak.
Menindaklanjuti arahan Gubernur Pramono, Dirut Transjakarta, Welfizon Yuza buru-buru menggandeng Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap operasional layanan.
Langkah ini merupakan respons atas arahan Gubernur DKI Jakarta, menyusul terjadinya tiga kecelakaan yang terjadi pada September 2025, dan melibatkan dua operator yang bekerja sama dengan Transjakarta, yaitu Damri dan Steady Safe.
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza menegaskan komitmen serius perusahaan dalam menangani kasus ini dan melakukan evaluasi menyeluruh.
“Keselamatan adalah prioritas utama kami. Kami menggandeng KNKT karena keahlian dan independensi mereka dalam melakukan investigasi kecelakaan,” ujarnya, pada wartawan. Selasa (23/9/2025).
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











