Pemerintah tidak boleh bungkam, cukup sudah kami membantu pekerjaan kalian, infrastruktur rusak yang seharusnya dikerjakan dan dibiayai Pemerintah. Apa pejabat Pemerintah tidak punya rasa malu, tidak punya rasa empati disaat kami tolong-menolong, bahu-membahu mengerjakan pekerjaan kalian.
“Mana keadilan Pemkab Agam, jalan Jorong lain diperbaiki dan diaspal, jalan kampung kami Jorong Lurah Dalam selama ini aja mendapatkan janji dari tahun ke tahun,” tambahnya.
Sudah hampir satu tahun masa jabatan Bupati Benni Warlis, sudah seharusnya beliau turun dari kursi empuknya, tolong pandang masyarakat, tinjau infrastruktur, tanyakan nasib masyarakat. Saya mintak Bupati langsung yang turun dari kampung ke kampung yang lain.
Beda tempat, Pasca kebakaran Pasar Payakumbuh, Bupati Benni Warlis datang meninjau dan memberikan bantuan. Entah memang niat baik yang tulus atau hanya pencitraan. Turun dan lihat langsung keadaan masyarakat mu, masyarakat mu juga butuh perhatianmu, juga butuh bantuanmu.
“Saya, Bayu Ramadhan, salah satu masyarakat Lurah Dalam, Putra asli Payakumbuh, saya tahu, Bupati Benni Warlis orang baik dan pernah mendapatkan penghargaan ASN berprestasi dan juga pernah menduduki jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) di Payakumbuh pada kepemimpinan Walikota Riza Falepi,” bebernya.
“Saya kirimkan pesan whatsapp berkali-kali, jangankan direspon, dibaca pun tidak, padahal nomor nya aktif dan ceklis dua (2). Atau mungkin nomor whatsapp pribadinya juga dikelola oleh tim media atau ajudan Bupati, kalaupun ia, sungguh zholim tim media atau ajudan nya,” tutup Bayu dengan kecewa.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed










