Warga Jorong Lurah Dalam Meradang, Infrastruktur Rusak, Berharap Presiden Tegur Bupati Agam

Warga Jorong Lurah Dalam Meradang, Infrastruktur Rusak, Berharap Presiden Tegur Bupati Agam
120x600
a

LURAH DALAM AGAM, OTONOMINEWS.ID Sekian tahun masyarakat Jorong Lurah Dalam keluhkan jalan rusak. Jalan ini merupakan kebutuhan vital yang harus dipenuhi dan butuh perhatian dari Pemerintah Agam. Untuk mempermudah akses keluar-masuk dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jorong Lurah Dalam, Kenagarian Pasia Laweh, Agam.

Status jalan ini, adalah wewenang dan tanggung jawab Pemkab Agam, ruas jalan yang rusak sekitar 5 KM kurang lebih. Jalan ini satu-satunya akses masyarakat untuk keluar pergi bekerja, sekolah, berobat dll. Dan satu-satunya jalan penghubung dari Jorong Lurah Dalam ke Jorong lainnya.

Baca Juga :  Pemprov Sumbar Alokasikan Rp137 M untuk Perbaikan Jalan Tanah Datar

Pada tahun 2023 lalu, sempat di viral kan oleh Mahasiswa dan warga Jorong Lurah Dalam, tidak lama setelah di viral kan alhamdulilah dapat perhatian dari Pemerintah Nagari dan di usulkan pengaspalan ke Pemkab Agam, kala itu masih Kepemimpinan Bupati AWR.

Masyarakat Lurah Dalam yang mendengar berita terkait pengaspalan jalan sangat tersebut tentu senang, tidak lama setelah berita pengaspalan jalan masyarakat kecewa, karena pengaspalan jalan waktu itu hanya dari Jorong Pasar Palupuh sampai ke Jorong Kampung Pasia.

Beberapa bulan lalu, karena kondisi jalan semakin lama semakin rusak, masyarakat Lurah Dalam melakukan Gotong Royong bersama dengan dana seadanya dari masyarakat kampung dan yang di rantau.

Baca Juga :  Puluhan Tahun Akses Putus Akibat Jalan Rusak Parah, Belum Pernah Ada Jembatan

Salah seorang masyarakat Lurah Dalam, Bayu Ramadhan, ia seorang jurnalis independent dan aktivis kemanusiaan asal Payakumbuh. Ia mengatakan, kondisi jalan yang berlubang dan berbatu runcing, yang telah lama sekali mengalami kerusakan parah.

“Jika musim hujan, jalan ini digenangi air, kadang masyarakat yang melintas sering terkecoh karena digenangi air jadi tidak kelihatan jalan berlobang. Sehingga membuat masyarakat kesulitan melalui jalan tersebut, saya khawatir, ketika anak-anak pergi ke sekolah dan darurat seperti pergi berobat, melahirkan, nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, jangan sampai jalan itu memakan korban,” ungkapnya dengan perasaan sedih.

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *