Aksi protes meluas di berbagai wilayah setelah pemerintah memberlakukan larangan terhadap 26 aplikasi media sosial, termasuk Facebook dan X. Kebijakan tersebut memicu amarah publik yang sudah lama menuding pemerintahan sarat korupsi.
Hingga Rabu siang, sedikitnya 22 orang dilaporkan meninggal dunia dan lebih dari 500 lainnya mengalami luka-luka. Gelombang kerusuhan pecah di Kathmandu, Pokhara, Butwal, hingga Birgunj, dan situasi disebut masih belum sepenuhnya terkendali.[zul]
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed









