Del Pedro disebut sebagai satu dari 3.195 orang yang ditangkap polisi sejak 25 Agustus 2025.
Selain itu, aksi represif juga terjadi di Bandung, di mana massa aksi di Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan mengalami kekerasan hingga belasan orang luka-luka.
Ribuan demonstran yang ditahan pun mengalami hambatan dalam mengakses bantuan hukum.
FMN menilai tindakan represif ini mencerminkan watak fasis dan anti-demokrasi rezim Prabowo. Karena itu, organisasi mahasiswa tersebut menyerukan seluruh elemen masyarakat—buruh, mahasiswa, petani, dan intelektual—untuk memperhebat perjuangan anti-fasis, anti-imperialisme, serta anti-feodalisme.
“Tuntaskan aspirasi rakyat, hentikan segala bentuk represi, bebaskan Del Pedro Marhaen dan ribuan massa aksi tanpa syarat, serta tegakkan keadilan bagi seluruh korban kekerasan,” tutup Dimas.[Zul]
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed





