“Jakarta punya Persija yang luar biasa, tetapi saya ingin jangan sampai Persija hanya menjadi mercusuar, sementara klub pembinaan di bawahnya tidak berkembang. Kami ingin menghidupkan kembali klub-klub berprestasi yang pada akhirnya dapat berkontribusi ke tim nasional,” kata Erick.
Ia juga mengungkapkan, PSSI sedang membangun tim nasional secara serius di berbagai strata usia, mulai dari U16, U17, U20, hingga U23. Untuk itu, ketersediaan fasilitas olahraga yang memadai menjadi hal yang sangat penting.
“Tim nasional di semua level memerlukan banyak fasilitas olahraga. Ke depan, kita bisa memanfaatkan fasilitas yang dimiliki Pemprov DKI, salah satunya Jakarta International Stadium (JIS), baik untuk pertandingan senior maupun kelompok umur,” ujarnya.
Erick menegaskan, pemanfaatan JIS sebagai kandang tim nasional tidak akan mengganggu aktivitas Persija. Menurutnya, pertandingan tim nasional bisa berlangsung di berbagai daerah di Indonesia.
“Tim nasional adalah milik kita semua. Kandangnya ada di seluruh Indonesia. U17, misalnya, main di Sumatera Utara. JIS bisa menjadi salah satu kandang pertandingan tim nasional. Fasilitas seperti JIS justru akan memperkuat kiprah tim nasional di berbagai kompetisi,” tandasnya.
Ia berharap, dengan dukungan penuh Pemprov DKI dalam pembinaan sepak bola dari tingkat daerah hingga nasional, dapat lahir lebih banyak talenta terbaik yang mampu membawa prestasi Indonesia bersinar di kancah internasional. (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











