Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. JAKI mengintegrasikan berbagai layanan publik, mulai dari pengaduan warga, pemantauan kualitas udara, hingga peringatan dini bencana, dan telah direplikasi di sejumlah daerah lain di Indonesia.
Selain itu, Jakarta terus memperluas infrastruktur teknologi, termasuk pengoperasian 1.500 CCTV dengan target 5.000 unit pada 2026, serta pemanfaatan synthetic data untuk uji coba kebijakan sebelum diterapkan.
“Prinsip kami sederhana: data harus dapat diakses, dipercaya, dan digunakan untuk pengambilan keputusan yang berdampak. Data bukan hanya dikumpulkan, tetapi dikontekstualisasikan untuk berpikir dan bertindak,” tambah Budi.
Melalui forum SAS Innovate ini, Pemprov DKI Jakarta menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat, untuk membangun ekosistem inovasi yang mendukung keberlanjutan kota.
“Kami ingin menjadikan Jakarta sebagai laboratorium urban terbesar di kawasan, tempat ide, inovasi, dan solusi diuji dalam konteks nyata yang menantang sekaligus penuh peluang,” urainya.
Dalam kesempatan itu, Budi juga mengumumkan, Pemprov DKI segera meluncurkan portal open data yang mengintegrasikan data dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov DKI. Portal ini dirancang khusus untuk mempermudah akses publik terhadap data resmi, memperkuat transparansi, serta mendorong pemanfaatan data dalam inovasi layanan. (OTN-Deman).
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











