NYALI IRAN

Otonominews
NYALI IRAN
Iran mengebom pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Qatar, Al Udeid Airbase, Senin (23/6/2025), sebagai balasan atas serang AS ke tiga instalasi nuklir Iran pada Minggu (22/6/2025)/Foto X.
120x600
a

AS menempatkan 30 pangkalan militer di seluruh kawasan tersebut, dan Iran membuktikan bahwa tidak ada pangkalan militer AS yang kebal Rudal, bahkan pangkalan terbesar dan tercanggih mereka di Qatar semalam tetap di rudal Iran, dan sistem pertahanan udara AS gagal mencegat nya.

Pesan Iran sangat jelas, Israel dan AS yang diklaim adalah negara kuat, tidak kebal rudal Iran dimanapun posisinya. Iran mampu memukul Israel dan AS di sudut manapun mereka bersembunyi tanpa mampu dicegat oleh rudal.

Iran belum berpikir untuk menutup selat Hormuz saat ini, ini karena analis militer di Iran menganggap kondisi Iran belum sampai pada tingkat ancaman eksistensi.

Jika kita perhatikan kondisi politik dalam negeri Iran, rantai komando politik masih berjalan dengan normal. Proses politik berjalan normal, rapat rapat parlemen Iran dan majelis tinggi Iran masih berlangsung tanpa hambatan.

Baca Juga :  Iran Vs Israel: Deadline dan Deadlock

Ketua DPR Iran Muhammad Baqer Qalibaf misalnya dalam rapat DPR semalam mengatakan bahwa, kondisi internal Iran solid dibawah Ali Khamenei dan Presiden Masoud Pazeskian.

Pemerintah Iran sekali lagi menekankan di media, bahwa siapapun yang mempelajari sejarah Iran dan rakyat Iran. Mereka tau bahwa rakyat Iran tidak akan tunduk, tidak akan mau di dikte, dan tidak akan menyerah atas tekanan siapapun. Itu logika bangsa Iran.

Serangan serangan Iran ke Israel tidak akan berhenti walaupun Trump mengklaim gencatan senjata, serangan Iran di hari hari mendatang akan berlanjut ke Israel, kecuali dengan situasi dan deal tertentu yang sangat spesifik.

Baca Juga :  Jalesveva Jayamahe di Teluk Persia

Israel saat ini menghadapi ancaman eksistensi, kehancuran yang merata di seluruh negeri, baik politik, ekonomi, dll. Bahkan tanpa dukungan AS, Israel didepan Iran tidak akan bertahan walaupun 1 pekan.

Sekali lagi seperti yang sering saya singgung dalam tulisan saya sebelumnya, Iran saat ini secara de facto, bukan hanya melawan Israel, tapi sekaligus melawan 5 negara nuklir di belakang Israel. AS, Jerman, Prancis, India, Inggris, dan Israel itu sendiri.

Seharusnya ini saatnya negara negara arab mengusir pangkalan militer AS dari seluruh kawasan, sayangnya, mayoritas rezim Sunni di timur tengah adalah budak AS dan Israel dari semua sisi. Kondisi ini yang membuat Iran harus berperang sendirian di tengah sistem tatanan internasional yang standar ganda.

Baca Juga :  Jalesveva Jayamahe di Teluk Persia

Kemampuan Iran bertahan melawan 5 negara nuklir ini, dan kemampuan Iran membalas serangan dengan sangat mematikan terhadap Israel yang didukung seluruh kekuatan globalist, adalah prestasi yang belum pernah diraih oleh seluruh negara-negara muslim di seluruh dunia dalam konteks melawan Israel.[***]

Oleh: Tengku Zulkifli Usman, Pengamat GeoPolitik.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *