“Kami berharap ada pelatihan SDM untuk pengelola Kopdes serta pendampingan manajemen dari UNAND, agar koperasi ini tidak hanya legal, tapi juga profesional,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi BUMNag yang masih belum optimal. Dari 74 BUMNag yang ada, hanya 10 yang dinilai sehat. Karenanya, tujuh Kopdes yang dinilai potensial akan menjadi prioritas pengembangan dalam sektor pupuk organik.
“Ini adalah ikhtiar awal kita untuk meningkatkan kualitas produk pertanian, menekan biaya produksi, dan pada akhirnya mendorong kesejahteraan petani,” tandasnya.
Melalui kerja sama ini, Pemkab Solok berharap dapat memperluas akses pasar hasil pertanian dan menciptakan model pengelolaan ekonomi nagari yang lebih modern, profesional, dan berkelanjutan. (**)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed







