Soal Joko didukung PDIP kata Adib, menjadi hal wajar. Karena MM (Marullah Matali) tipe pejabat yang tidak bisa melebur dan tak luwes.
“MM ini kan pejabat kaku. Terlalu birokrat dan seremonial aja. Coba apa prestasi MM, saya rasa tak ada,” tudingnya.
Keterlibatan Marullah Matali dalam jual beli jabatan yang melibatkan anaknya Muhammad Fikri Makarim serta Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Chaidir, dalam pelantikan 61 orang pejabat yang dilantik beberapa bulan lalu, dimana jumlah tersebut ada 40 orang yang belum dikenal oleh Gubernur Pramono Anung.
“Bahkan dari 61 yang dilantik, mungkin 40 orang saya belum salaman,” ucapnya.
Pramono Anung, mengakui baru mengenalnya seusai pejabat itu dilantik, ada dugaan 40 pejabat tersebut merupakan hasil cawe-cawe anak Marullah Matali untuk dapat dilantik saat itu.
Ada satu jabatan yang sangat strategis yang mengurusi aset, biasanya di situlah rebutannya luar biasa. Saya baru kenal ketika saya lantik, dan menyebut namanya.
“Saya nggak tahu kalau yang namanya Pak Sony orang ini. (sambil menunjuk ke depan), lantas dia yang memperkenalkan diri, Saya Sony Pak, lalu saya jawab oh baik, besok dua hari lagi kamu menghadap saya,” tutupnya. (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











