Menyemai Semangat Hari Kebangkitan Nasional dalam Jiwa Pemuda Muslimin

Otonominews
Menyemai Semangat Hari Kebangkitan Nasional dalam Jiwa Pemuda Muslimin
120x600
a

Oleh: Rizki (Ketua Umum Pemuda Muslimin Indonesia PW DKI Jakarta)

SETIAP 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional—sebuah momen historis yang menandai kesadaran kolektif bangsa untuk bangkit dari keterjajahan dan keterbelakangan.

Namun lebih dari sekadar seremoni, Hari Kebangkitan Nasional adalah momentum reflektif untuk menyalakan kembali api semangat perjuangan, khususnya di kalangan pemuda.

Pemuda Muslimin Indonesia (PMI), sebagai salah satu organisasi pemuda Islam tertua di negeri ini, lahir dari rahim perjuangan.

Sejak awal berdirinya, organisasi ini telah menjadi bagian penting dalam membentuk kesadaran kebangsaan, memperjuangkan kemerdekaan, dan membangun masyarakat yang berkeadaban. Kami tidak berdiri di luar sejarah, kami adalah bagian darinya.

Baca Juga :  Sufmi Dasco Ahmad Adalah Arsitek Senyap di Balik Takhta Prabowo

Dalam konteks inilah, sosok KH Agus Salim menjadi inspirasi yang tak lekang oleh waktu. Tokoh pergerakan yang dikenal sebagai diplomat ulung, jurnalis tajam, dan pemikir kebangsaan ini pernah berkata:

Kemerdekaan itu bukanlah tujuan akhir, tetapi jembatan untuk membangun kehidupan yang adil dan makmur.”

Ucapan ini menggambarkan bahwa perjuangan pemuda tidak berhenti setelah kemerdekaan diraih, melainkan harus berlanjut dalam mengisi kemerdekaan dengan karya dan kontribusi nyata.

Pemuda hari ini menghadapi tantangan yang berbeda dibanding masa lalu: arus globalisasi, krisis identitas, kemiskinan informasi, dan degradasi moral.

Baca Juga :  Pemuda Muslimin Indonesia PW Jakarta Apresiasi Kinerja Menpora Dito

Namun, semangat kebangkitan tetap relevan. Ia hadir dalam bentuk kegigihan belajar, keberanian bersuara, kejujuran dalam bertindak, dan kepedulian sosial yang tinggi.

Sebagai Ketua Umum Pemuda Muslimin Indonesia PW DKI Jakarta, saya percaya bahwa nilai-nilai Islam yang inklusif, progresif, dan humanis adalah bekal utama untuk menavigasi masa depan bangsa.

Kami meyakini bahwa kebangkitan hari ini adalah tentang bangkitnya integritas, akhlak, dan semangat kolaborasi di tengah masyarakat yang majemuk.

KH Agus Salim pernah pula menekankan, “Seorang pemuda tidak cukup hanya cerdas, tetapi harus juga jujur dan berani.”

Baca Juga :  Pemuda Muslimin Indonesia: Prabowo Harus Sigap Merespon Dinamika Kawasan dan Ketegangan Global

Inilah ruh yang ingin terus kami rawat dan wariskan kepada generasi selanjutnya. Karena sejatinya, pemuda adalah pemegang obor yang menerangi jalan panjang bangsa menuju cita-cita besar: masyarakat adil dan makmur dalam ridha Allah.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *