“Berdasarkan apa keyakinannya? Ya saya kan selama ini melakukan riset, keliling, memahami, kemudian menangani. Saya menangani anak yang berperilaku khusus sudah banyak secara pribadi saya,” kata Dedi.
Program pendidikan barak militer ini menekankan pada pelatihan mental, kedisiplinan, serta tanggung jawab sosial anak-anak, terutama yang terlibat dalam perilaku menyimpang seperti begadang, tawuran, hingga konsumsi obat-obatan terlarang.
Anak-anak yang masuk ke dalam program ini akan menjalani rutinitas yang ketat mirip dengan pelatihan militer ringan.
Meski menuai pro dan kontra di masyarakat, KDM menyatakan bahwa seluruh mekanisme pelaksanaannya dilakukan dengan pendekatan edukatif dan tetap memperhatikan aspek hak anak.
“Kita tidak kejam, kita tidak menyiksa. Justru kita menyelamatkan mereka dari potensi masa depan yang suram. Ini bukan hukuman, tapi karakter pendidikan,” ujar KDM. (dmn)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed





