Musrembang Pemprov DKI, Gubernur Pramono Beberkan Sejumlah Tantangan yang Dihadapi Jakarta

Musrembang Pemprov DKI, Gubernur Pramono Beberkan Sejumlah Tantangan yang Dihadapi Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat memembuka Musrenbang untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 di Balai Kota Jakarta, Rabu (23/4/2025)/Berjak.
120x600
a

Di sisi lain, pemerataan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan juga menjadi perhatian utama guna menciptakan distribusi ekonomi dan pembangunan manusia yang lebih adil.

“Peningkatan kualitas lingkungan hidup melalui layanan dasar perkotaan yang menyeluruh tetap menjadi prioritas utama yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, dengan tetap menjaga daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup,” kata Gubernur Pramono.

Ia berharap, pelaksanaan Musrenbang dan RPJMD mampu menghadirkan perbaikan mendasar melalui penguatan layanan ekonomi, serta pemenuhan layanan sosial dan layanan dasar perkotaan.

Baca Juga :  Heru Budi Hartono Dinobatkan Top Pembina BUMD 2024, IMM DKI: Bukti Nyata Dedikasi Menjadi PemimpinDKI

Ia pun memaparkan lima misi utama yang akan menjadi panduan pembangunan Jakarta ke depan. Pertama, mewujudkan warga megapolitan yang sejahtera, dengan fokus pada pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, kesetaraan gender, serta menciptakan warga yang tangguh, kompetitif, berdaya, dan berbudaya.

Kedua, menjadikan Jakarta sebagai pusat ekonomi inovatif dengan akses merata, melalui pengembangan ekonomi berbasis inovasi, peningkatan kesempatan kerja, serta jaminan kesejahteraan tenaga kerja.

Ketiga, membangun manajemen kota modern yang akuntabel dan responsif, guna menghadirkan layanan publik yang optimal melalui reformasi birokrasi, transformasi digital, dan peningkatan kualitas pelayanan. Sehingga Jakarta ditargetkan menjadi kota yang andal, efisien, dan transparan.

Baca Juga :  Kemendagri Dorong Keselarasan Pembangunan Daerah-Nasional di Musrenbang RPJMD dan RKPD Provinsi NTT

Keempat, mewujudkan ruang kota berkelanjutan, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur untuk menciptakan kota layak huni, termasuk peningkatan akses air bersih yang terjangkau, serta ketahanan terhadap bencana dan perubahan iklim.

Tekahir, pembangunan konektivitas kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya, dengan mengoptimalkan mobilitas masyarakat dan meningkatkan aksesibilitas ke berbagai lokasi.

“Peningkatan kualitas, kuantitas layanan transportasi publik, serta menumbuhkan berbagai destinasi menarik dan peremajaan kawasan,” pungkas Gubernur Pramono.[zul]

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *