Raga CP Peringati HUT Ke-10, DPRD Sumbar Beri Dukungan

Raga CP Peringati HUT Ke-10, DPRD Sumbar Beri Dukungan
120x600
a

Ia menjelaskan, anak penderita CP memerlukan perhatian khusus, serta penanganan yang intensif, seperti fisioterapi guna merangsang syaraf motorik pada tubuhnya. Dengan adanya penanganan intensif, anak CP bisa mandiri dan tidak bergantung pada orang tua atau pengasuh.

” Tidak semua orang tua penyandang CP memiliki ekonomi kuat, diharapkan pemerintah bisa memberikan perhatian, terutama untuk alat bantu, seperti kursi roda,” katanya.

Sementara itu Kadis Kesehatan Sumbar, Lila Yanwar menjelaskan CP merupakan masalah gangguan pada otak (gangguan oksigenisasi), yang membuat terganggunya perkembangan syaraf motorik pada anak.

Menurut Kadis, hingga kini penyebab CP belum bisa dipastikan, namun langkah awal pencegahan adalah dengan memantau perkembangan ibu hamil, serta deteksi dini terhadap tumbuh kembang anak.

“CP memang tidak bisa disembuhkan, namun jika kita melakukan deteksi dini, maka kita bisa membantu lebih awal sehingga hambatan yang mungkin akan dialami si anak tidak menjadi lebih berat,” ujarnya.

Sementara itu Anggota DPD RI Muslim M Yatim yang juga menghadiri acara tersebut menyerahkan bantuan uang tunai untuk Raga CP, dia mendorong Raga CP bisa memiliki kantor sendiri dan tidak mengontrak ngontrak lagi. Diharapkan pemerintah dan pejabat daerah bisa merealisasikan itu, jadi anak-anak CP bisa pulang ke rumah tersebut.

“Tentunya dengan fasilitas yang memadai, ada tempat terapi nya hingga kolam berenang untuk melatih motorik,” katanya.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *