Ia menerangkan, bertepatan dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Pemerintahan Provinsi Sumatera Barat, yang menegaskan filosofi adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah (ABS-SBK) sebagai lansasan adat budaya.
Pemprov Sumbar betekad untuk semakin memperkuat nagari, baik dari aspek kelembagaan maupun aspek spritual, sosial dan moral. Guna mensukseskan harapan tersebut, Mahyeldi menyebut, Pemprov Sumbar butuh dukungan Muhammadiyah.
“Sekaitan dengan hal tersebut, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) nya dan Pergub nya telah disusun dan berproses, sehingga tantangan kita kedepan, bukan lagi regulasi tapi sudah implementasi dalam penguatan nagari. Kami butuh dukungan Muhammadiyah untuk itu,” ungkap Mahyeldi.
Lebih lanjut , Mahyeldi mengajak semua pihak untuk menjadikan Milad Muhammadiyah ke-112 sebagai momentum berbagi peran dalam membangun Sumatera Barat yang lebih maju, unggul dan berdaya saing. (Rds/cen)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed








